Sambutan Kepala Sekolah

Memperingati Hari Lingkungan Hidup
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. SMA Negeri 4 Semarang melaksanakan Gerakan Memungut Sampah.
Gerakan Donasi Untuk Korban Gempa NTB
Kegiatan Pengumpulan donasi (sumbangan) dari Guru, Karyawan dan siswa SMA Negeri 4 Semarang untuk korban gempa di Lombok. #SaveLombok
Siswa kelas XI IPS 2 Juara 2 LKTI STIE BPD Jateng Tingkat Jawa Tengah
Selamat atas prestasi yang di raih sebagai Juara 2 LKTI STIE BPD Jateng Tingkat Jawa Tengah Pada tgl 7 Agustus 2018 Siswa kelas XI IPS 2 1. Genta Atsal Laudza 2. Ramadhani Ikhsan 3. Rio Petrus Manurung. Pembimbing : ibu Sri Wahyuni, M. Pd
Selamat Datang Tim Asesor PKKS
Selamat Datang Tim Asesor PKKS di SMA Negeri 4 Semarang
Workshop Penyusunan KTSP
SMA Negeri 4 Melaksanakan Workshop Penyusunan KTSP
UNBK Tahun 2018
SMA Negeri 4 telah menjalankan Ujian Nasional Berbasis Komputer
Suasana Pembelajaran yang Dinamis
Para siswa menerima pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan
Siswa SMAPA menjadi delegasi program hubungan diplomatik Indonesia - Japan ke-60
Siswa SMAPA menjadi delegasi program hubungan diplomatik Indonesia - Japan ke-60
Sukses Tari SAMAN SMAPA
Tari SAMAN SMA Negeri 4 Semarang

Pengunjung Online

Kami memiliki 137 guests dan tidak ada anggota yang online

Kunjungan Web

001333766
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Akhir minggu
Bulan ini
Akhir bulan
Total
191
943
1890
1267806
23438
25360
1333766

IP Anda: 35.170.78.142
27-10-2020 04:15

Artikel Feature : Antara Budi, Budaya dan PandeArtikel Feature : Antara Budi, Budaya dan Pandemimi

Oleh : Angelica Callysta Viera (XII MIPA1)

          Bagai buana dan cakrawala. Itulah kalimat yang pas untuk menafsirkan perasaan masyarakat tatkala menyaksikan kondisi saat ini. Jalanan berhiaskan lampu temaram yang dulu laguh-lagah, kini lengang laksana taman bahagia. Jarang didapati kendaraan membelah jalanan, paling hanya satu dua yang melintas. Kios-kios pun ditutup sementara, masyarakat dibui di rumahnya, tak boleh keluar, apalagi pelesiran. Merujuk ke peraturan pemerintah, sekolah ditutup pula, guru dan siswa dirumahkan. Bukan dilarang belajar, namun takut menjadi klaster baru penyebaran.

          Tak lain dan tak bukan, semua karena pandemi yang tak kunjung usai. Hadirnya virus tak diundang membawa selaksa perubahan dalam kehidupan. Tak luput dari buntutnya, konstelasi pendidikan di Indonesia pun turut beralih, dari pendidikan tatap muka menjadi pendidikan jarak jauh melalui jalur daring. Demikian pula yang dijalankan SMA Negeri 4 Semarang. Siswa menimba ilmu dari rumah masing-masing dan guru menatar mereka dari ruang yang berbeda. Guru dan siswa bak dua insan yang tengah menjalin hubungan jarak jauh, hanya bisa bertatap via videofon untuk melepas kerinduan. Ruang kelas yang biasa dipenuhi hiruk-pikuk siswa kini sunyi senyap. Tak ada yang menjamahnya, kecuali debu yang setia di sana.

                   Iis menunaikan kewajiban dengan membentangkan materi Pupuh Kinanthi Serat Wedhatama. Merujuk pada Iis, Pupuh Kinanthi tidak hanya materi wajib semata, namun juga berisi wejangan perihal khalikah baik yang laik untuk generasi muda. Iktibar dalam Pupuh Kinanthi amat tepat dijadikan pedoman bagi manusia.

 Mangka kanthining tumuwuh

Salami mung awas eling,

Eling lukitaning alam,

Dadi wiryaning dumadi,

Supadi nir ing sangsaya,

Yeku pangreksaning urip