Pengunjung Online

Kami memiliki 313 guests dan tidak ada anggota yang online

Kunjungan Web

001538216
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Akhir minggu
Bulan ini
Akhir bulan
Total
1126
1104
11318
1459591
21504
32108
1538216

IP Anda: 3.238.173.209
16-05-2021 15:10

SMA Negeri 4  Semarang melakukkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).Gerakan PBLHS ini adalah aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan. kali ini pada hari Sabtu tanggal  19 Maret 2021 SMA Negeri 4 semarang mengadakan barcode tanaman besar yang berada dalam lingkungan sekolah. Pemanfaatan Compact Dissk Bekas untuk penamaan  pohon  dengan sistem barcode dalam rangka menuju sekolah adi wiyata nasional. Sejumlah 105 barcode di pasang untuk tanamaan keras sebanyak 368 pohon. barcode  dibuat dan dirancang oleh siswa SMA Negeri 4 dengan didampingi oleh Bapak/Ibu Guru.
Adapun Jumlah tanaman keras di SMAPA adalah sebagai berikut:

Jenis tanaman keras berpotensi tinggi di smapa : Total : 368 pohon
Terdiri dari :
1.Hutan mini : 126
2.Lap sepak bola Timur dan selatan : 35
3.Lap barat sepak bola / parkir motor : 34
4.lap voli dan belakang kls X dan kantin: 26
5.Depan kls XII,XI ,Bk ,Bendahara : 33
6.lap Basket,Aula barat,Masjid : 28
7.Depan kls X ,Perpus , kamar mandi Putri dan lab Fisika : 19
8.Depan Ruang guru sampai Satpam : 22
9.Belakang lab Biologi dan Kls XII : 15
10.Belakang Kls XI dan Mushola : 16
11.Tanaman dalam pot area kls XII depan dan belakang:14

Ada 57 jenis tanaman dan manfaat :
1.Tanaman buah : 30 jenis
2.Tanaman obat/ herbal /sayuran : 10 jenis
3.Tanaman keras : 10 jenis
4.Tanaman Hias : 7 jenis.



 

 

Pada hari Jumat, 19 Februari 2021 SMA Negeri 4 Semarang menyelenggarakan Rapat Koordinasi  dan Sosiolisasi BOP,
yang dilaksanakan dimulai pada pukul 13.00 WIB di Aula Sma Negeri Semarang
dan bagi yang WFH  menggunakan Teams Microsoft 365.
Adapun acara sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Sambutan  dan pengarahan kepala sekolah
3. Sosialisasi BOP 
4. Perkenalan KTU baru
5. lain-lain
6. Penutupan

Hari Perduli Sampah Nasional (HPSN) di SMA Negeri 4 Semarang dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Februari 2021 dan diikuti oleh  seluruh warga sekolah. Guru Karyawan Smpa melaksakan kegiatan HPSN di sekolah dengan protokol kesehatan, sedang siswa melakukkan kegiatan tersebut di rumah dan lingkungan masing-masing.
Adapun acara HPSN sebagai berikut:

1. Apel pukul 7.30- 08.00 WIB di lapangan parkir kelas XII

1.1 Pembukaan

1.2 Sambutan KS/ mewakili

1.3 Memilah sampah secara simbolik

1.4 Doa

1.5 Penutup

2. Pukul 8.00- 10.00 WIB, Bersih-bersih dan memilah sampah di ruang kerja masing-masing

3. Pukul 10.00- 11.00 WIB, Menyerahkan hasil pilah sampah yg bernilai ekonomi ke bank sampah

 

Alhamdulillah  Tahun Pelajaran 2020/2021  akan segera terlewati.
Selama pandemik SMA Negeri 4 Semarang telah  melaksanakan kegiatan Pembejaran Jarak Jauh dengan  daring seperti menggunakan Teams microofiice 366, zoom, google meet. Semua  Guru dan siswa  telahdibuatkan  akunt oleh sekolah yaitu teams sekolah dan bergabung sesuai dengan kelas.
Dan untuk penilaian SMA Negeri 4 semarang juga sudah menggunakan penilaian online  seperti CBT, Google Form, dan Form Teams,
SMA Negeri 4  melaksanakan Penilaian Akhir berbasis CBT semenjak semester genap tahun Pelajaran 2019/2020.
Dan Alhamduillah walau CBT di kelola sendiri oleh TIM IT sekolah, dapat memudahkan siswa dan guru dalam  proses penilaian dan hasil juga  tidak mengecewakan.

SMAPA INSPIRATIF (Smart In Thinking, Great In Acting)


SMA Negeri Semarang pada kesempatan ini ikut berperan pada rangkaian Kegiatan Dalam Rangka Hari Anti Korupsi Sedunia
(Hakordia) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020.
Kegiatan Hakordia berupa Parade Aksi Antikorupsi Jateng Gayeng Gerak Bareng yang diselenggarakan secara daring/online mulai tanggal 12 November s.d 22 Desember 2020.

SMAPA INSPIRATIF (Smart In Thinking, Great In Acting)

Artikel Feature : Antara Budi, Budaya dan PandeArtikel Feature : Antara Budi, Budaya dan Pandemimi

Oleh : Angelica Callysta Viera (XII MIPA1)

          Bagai buana dan cakrawala. Itulah kalimat yang pas untuk menafsirkan perasaan masyarakat tatkala menyaksikan kondisi saat ini. Jalanan berhiaskan lampu temaram yang dulu laguh-lagah, kini lengang laksana taman bahagia. Jarang didapati kendaraan membelah jalanan, paling hanya satu dua yang melintas. Kios-kios pun ditutup sementara, masyarakat dibui di rumahnya, tak boleh keluar, apalagi pelesiran. Merujuk ke peraturan pemerintah, sekolah ditutup pula, guru dan siswa dirumahkan. Bukan dilarang belajar, namun takut menjadi klaster baru penyebaran.

          Tak lain dan tak bukan, semua karena pandemi yang tak kunjung usai. Hadirnya virus tak diundang membawa selaksa perubahan dalam kehidupan. Tak luput dari buntutnya, konstelasi pendidikan di Indonesia pun turut beralih, dari pendidikan tatap muka menjadi pendidikan jarak jauh melalui jalur daring. Demikian pula yang dijalankan SMA Negeri 4 Semarang. Siswa menimba ilmu dari rumah masing-masing dan guru menatar mereka dari ruang yang berbeda. Guru dan siswa bak dua insan yang tengah menjalin hubungan jarak jauh, hanya bisa bertatap via videofon untuk melepas kerinduan. Ruang kelas yang biasa dipenuhi hiruk-pikuk siswa kini sunyi senyap. Tak ada yang menjamahnya, kecuali debu yang setia di sana.

                   Iis menunaikan kewajiban dengan membentangkan materi Pupuh Kinanthi Serat Wedhatama. Merujuk pada Iis, Pupuh Kinanthi tidak hanya materi wajib semata, namun juga berisi wejangan perihal khalikah baik yang laik untuk generasi muda. Iktibar dalam Pupuh Kinanthi amat tepat dijadikan pedoman bagi manusia.

 Mangka kanthining tumuwuh

Salami mung awas eling,

Eling lukitaning alam,

Dadi wiryaning dumadi,

Supadi nir ing sangsaya,

Yeku pangreksaning urip